Malam itu Rendi mengunjungi Jihan diapartemennya, kepergian Riana cukup membuatnya stres sehingga berniat menghilangkan stresnya dengan menemui Jihan diapartemennya. Sebab, saat ini ia merasa sangat membutuhkan Jihan disisinya. Beberapa hari ini Rendi dan Jihan kerap berangkat dan pulang kantor bersama, akibat mobil milik Jihan yang mengalami kerusakan dan harus menginap dibengkel selama beberapa hari. Sama seperti hari ini, mereka pulang bersama keapartemen Jihan dan begitu Jihan membuka pintu apartemennya, Rendi langsung mendorong tubuh Jihan kesofa lalu menindihnya. "Aku mau mandi dulu, Mas. Mas Rendi sabar ya." Jihan mendorong d**a Rendi. "Meskipun kamu belum mandi, kamu tetep wangi kok." Rendi sama sekali tak menggeser posisinya. "Aku gerah, Mas. Mas tunggu disini sebentar ya."

