°° Hari sudah semakin sore tapi tidak ada tanda-tanda Mas Jiddan datang. Dari tadi aku mencoba menghubunginya tapi nihil tidak ada yang dia angkat, pesanpun tidak ada yang dibalas. Mungkin dia sibuk, pikirku. Tapi tetap saja aku kesal kalau belum pasti jangan ngomong mau pulang cepat. Sedari tadi kan aku menunggunya. Nggak tau apa mood ibu hamil itu labil. Aku mendengus lalu membaringkan diri ke tempat tidur. Jam sudah menunjukkan pukul 21.00 tapi lagi lagi tidak ada tanda tanda kepulangan Mas Jiddan. Memangnya dia kemana sih? Ga biasanya Mas Jiddan pulang jam segini. Paling paling kalau telat jam 17.00 sudah sampai rumah. Aku mencoba berfikir positif bahwa Mas Jiddan sedang banyak tugas di kantor, tetap saja aku khawatir ditambah lagi badanku seharian ini terasa lemas sekali setelah

