Part 41

1149 Words

"Bunda kembalilah! ayah menunggumu," "Ayo kita kembali bersama nak," Dia menggeleng pelan, "Tidak Bunda, aku akan pergi bersama kakek." katanya. "Kakek?" tanyaku tiba-tiba sosok seperti ayah berada di belakang anak laki-laki ini. Bukan seperti memang jelas itu ayahku. "Ayah?" Ayah memandangku dengan tersenyum lebar, "Ayah bangga padamu Dek." ungkapnya. Mataku berair aku rindu beliau, "Ayah?" ujarku masih tidak percaya. "Dek kamu tau anak laki-laki ini siapa?" tanyanya. Aku menggeleng, "Tidak Yah. Tetapi dia menyebutku Bunda." Ayah tersenyum, "Dia anakmu Dek." Aku terkejut lalu kembali mensejajarkan tubuhku dengan tubuhnya ku pandangi wajahnya benar saja dia anakku. Dia mirip seperti Mas Jiddan bentuk wajah, matanya, bibirnya begitu mirip hanya bentuk hidungnya yang mirip hidungku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD