H[b]E : 24

1406 Words

================================ Gini deh, kamu pernah mikir nggak kenapa bahagia harus diciptakan? ============== Bagian 24 ::::::::::::::::: Suasana rumah kembali sepi karena Papa lebih memilih membawa Mama ke tempat adikku. Kata Papa, perawatan di sana lebih lengkap dan yang pasti bisa mengawasi bocah itu agar tidak berbuat ulah. Aku sih setuju saja, toh usiaku cukup dewasa untuk hidup sendiri di sini. Kutatap kembali dokumen yang tadi siang aku teliti bersama dengan Arisen. Memikirkan apa yang sebaiknya dilakukan agar tetap menguntungkan. Kemudian mataku berbinar saat mengingat ucapan Arisen sebelum aku pergi. "Kalau masih segan, anggap aja kamu pinjam uang aku. Kembalikan dengan kata mau saat aku lamar kamu. Gimana?" Tentunya wajahku memerah menahan geram. Bukankah penawaran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD