H[b]E : 29

1109 Words

================================ Rasanya membosankan, selalu saja bertemu dengan mereka dari masa lalu. =========== Bagian 29 ::::::::::::::::: Arisen benar-benar gila, dia tidak main-main saat berkata akan ikut denganku. Buktinya, kini dia duduk bersama aku dan Elga dalam mobil yang sama. Mobilku lebih tepatnya. "Ngapain harus semobil sih?" tanyaku padanya. Elga yang duduk di pangkuanku sudah tertidur padahal baru 5 menit jalan. "Biar kamu nggak dapet duda," jawabnya dengan santai, kelewatan santai malah. Sengaja aku berdecak cukup keras agar Arisen mendengarnya. "Sama kamu yang jelas perjaka aja nggak mau aku, Sen." Dia tertawa renyah, bahkan matanya melirikku dengan genit. "Bukannya gengsi, ya?" "Gengsi gimana? Orang kita memang harusnya nggak bareng lagi." "Mulutnya itu loh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD