================================ Sudah kukatakan, masa lalu yang menyakitkan jangan dibahas lagi dan seperti apa pun keadaannya, aku ingin tidak peduli. ========== Bagian 35 ::::::::::::::::: Pepohonan Pinus menyambut menyejukkan mata. Letaknya yang ditanam sejajar dan membentuk seperti hutan membuat suasana asri nan sejuk di mata. Meski, malam hari begini justru terlihat seram dan sedikit membuatku merinding. Arisen bersenandung kecil mengikuti alunan musik dari radio, sedangkan aku memilih menatap gelapnya malam diantara pohon-pohon Pinus. "Diem aja, nggak suka?" tanyanya membuatku tersenyum dan menggelengkan kepala. "Bukan nggak suka, bingung aja mau ngomong apa." Arisen mengangguk. "Tadi baju rancangannya bagus." "Kan tadi udah bilang." "Oiya." Dia menyengir lebar. "Tapi, ak

