Bab 29

1250 Words

“ Van, aku cabut duluan ya, kamu terusin aja pacannya, nanti kita ketemu di kantor,” ucap Aldo sambil menarik tangan Desta mengajaknya pergi. Ervan hanya mengangguk sambil kembali matanya memandang Alifa yang masih terpejam. Sesekali melirik Tasya yang tenagah memberikan s**u pakai dot pada Alifa. Kasih sayang Tasya terhadap Alifa terlihat begitu tulus dan besar. Hal ini membuat Ervan semakin menyukai sosok gadis cantik dengan tinggi seratu enam puluh enam centimeter itu. “ Tasya, sebaiknya kita bawa mba Aleksa keruangan rawat inap, karena ruang ICU belum ada yang kosong,” ucap Fadil membuat Tasya terperanjat karena sedang begitu asik memandang Alifa dengan penuh cinta, hingga melipakan posisinya saat ini yang tengah berada di ruang IGD rumah sakit. “ I-Iya mas, terserah mas Fadil aja,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD