TUJUH

1124 Words
"Cacat kongenital  ; 1 Sindrom turner 2n-1 ( monosomi ) Wanita dengan perkembangan s*x terhambat, p******a tidak tumbuh, bertubuh pendek,mandul ; 2 Sindrom klinefelter 2n+ 1 ( trisomi) Laki- laki dengan kecenderungan seperti wanita, p******a tumbuh, testis tidak tumbuh, dan mental terbelakang ; 3 Sindrom patau 2n+ 1 ( trisomi ) Pada autosom no. 13, 14, 15 Tanda kelainan jarang ditemukan karena pada umumya penderita mati setelah beberapa jam atau hari dilahirkan ; 4 Sindrom down 2n+ 1 ( trisomi ) Pada autosom no. 21 Tubuh pendek, terbelakang mental, mata sipit, lidah tebal ; 5 Sindrom edwards 2n+ 1 ( trisomi ) Wanita normal tetapi ciri- ciri sekunder wanita tidak berkembang, ada yang schizoprenia Penyakit keturunan adalah penyakit akibat keabnormalan genetik yang diturunkan oleh orang tuanya. Penyakit menurun tidak menular,tidak dapat disembuhkan dan akan terus diwariskan pada keturunannya. penyakit menurun biasanya bersifat resesif sehingga baru muncul jika dalam keadaan homozigot . dalam keadaan heterozigot,fenotife penyakit tidak muncul karena tertutup oleh gen pasangannya yang dominan. Salah satu contoh kasus buta warna " Dosen didepan terdiam, lalu matanya memicing melihat salah satu mahasiswi  yang tidak berkonsentrasi di mata kuliahnya "Syafa? Apakah materi saya tidak menarik sampai sampai anda melamun di mata kuliah saya?" Syafa mengerjap erjap setelah lengannya di sikut oleh Wulan "Kenapa?" Bisik Syafa kepada Wulan Wulan memutar kedua bola matanya kesal "Tuh liat kedepan" Syafa meringis pelan ketika melihat dosen mata kuliah hari ini tengah berdecak pinggang dengan pelototan mata yang seakan mengintimidasi Syafa 'Mati gue matii aaah sialaan kenapa make melamun sih gueee' "Syafa. Masih ingin mengikuti mata kuliah saya atau saya keluarkan kamu dengan des---" "Gak Bu. Saya ikut mata kuliah saja. Maafkan saya" potong Syafa cepat sebelum kata kata menyeramkan yaitu 'Destininasi' itu keluar Dosen wanita didepan mengangguk, lalu melanjutkan penjelasannya. Syafa menghembuskan nafas lega. Lalu mengambil pena merahnya kembali berusaha fokus PLUUK Syafa mengaduh, kepalanya terkena gulungan kertas "Ck, sapa nih yang ngelempar" Syafa mengambil kertas tersebut, lalu membukanya Fokus weeeh. Jangan mikirin babang tentara aja cia cia cia cekakakakakaka Salam bunga cantik setiap hari sepanjang masa Sialan. Syafa menghembuskan nafas kesal lalu memutar tubuhnya kebelakang. Bunga memeletkan lidahnya lalu terkekeh geli. Syafa kembali menghembuskan nafas lelah. Ini semua gara gara kejadian seminggu yang lalu *** "Gue gak mau taruhan lagi" Orang orang yang berada di ruang tamu rumah dinas menyerit bingung "Ekhm. Mmmm. Kenapa?" Musa mengacak acak rambutnya frustasi "Bodoh. Kalian semua bodoh kalo mempermainkan wanita kaya gini. Mikir coba mikir kita bisa ada di dunia berkat siapa? Berkat ibu kan? Sosok wanita kan? Dan kalian argh dengan gampangnya jadiin wanita taruhan dan bodohnya gue mau" Jaka menggeleng geli "Lo jatuh cinta nih?" Musa terdiam, jatuh cinta? Apa lagi itu. "Jangan bilang lo gak pernah jatuh cinta. Apalagi pacaran" "Pernah" jawab Musa singkat "Sumpaaah?" Defa yang sejak tadi fokus kepada game di ponselnya menoleh "Siapa cewek nya?" "Ck. Maksud gue jatuh cinta. Yaitu Mamah sama Kakak dan Adik gue" Defa segera melemparkan botol cola-cola yang sudah kosong kepada Musa "a*u" "Gini Komandan Musa. Maksud kita sama yang bukan mukhrim" Jaka mencoba memberitahu "Ya dosa lah b**o" jawab Musa enteng "Def, jaga satri aja yok. Emosi gua di sini" Defa mengangguk "Biar dia sadar aja sama perasaannya" Musa menghembuskan nafas lelah, lalu mensenderkan tubuhnya ke sofa di ruang tamu rumah dinasnya. Kejadian seminggu yang lalu membuat Musa enggan menghubungi gadis itu. Membuatnya malu untuk menghubungi gadis itu. Ahh Musa benci suasana ini Flashback on "Ka Ando?" "Syafa?" Musa menyerit heran "Kalian? Saling kenal?" Ando mengangguk, lalu menghampiri Musa dan Syafa serta teman teman lainnya "Syafa itu---" "Ka Ando kakak kelas pas SMA" potong Syafa cepat Ando memperhatikan Syafa dengan raut wajah seakan tidak terima dengan pernyataan Syafa "Ohhh" Musa mengangguk "Duduk Ndo, nih samping Syafa" Ando menggeleng "Samping lo aja Suf" Musa mengangkat kedua pundaknya, terserah Ando ingin apa. Entah mengapa suasana restoran menjadi sangat mencekam. Musa berdeham berusaha menghilangkn rasa canggung Baru saja Musa berdeham, Ando membuka suara "Ohh ini cewek yang lo bilang jadi bahan taruhan sama temen temen asrama lo?" Syafa membelakan mata sambil menyerit "Maksud nya gue gitu?" Syafa menunjuk dirinya sendiri Ando mengangguk, Musa diam. Dasar Ando comel! Musa memperhatikan raut wajah Syafa yang berubah. Syafa berdiri "Maaf. Kayanya gue duluan. Tiba tiba keinget ada tugas belum kelar. Senang mengenal kalian. Selamat malam" Syafa keluar, membuat Musa bingung harus apa. Musa jadi menyesal bercerita kepada sahabatnya yang satu ini. Kenapa tiba tiba sahabatnya jadi pengkhianat seperti ini sih? "Kalo lo mau jadiin cewek bahan taruhan jangan Syafa. Sampai masih lo jadiin Syafa bahan taruhan gue gak akam tinggal diam" Dahi Musa mengkerut, sebetulnya siapa sih Ando? Kenapa dia seakan tidak terima bahwa Musa mendekati Syafa? Apakah Ando adalah kakak Syafa? Atau Mantan kekasih Syafa? Atau jangan jangan. Ahh banyak sekali kemungkinan di kepala Musa "Tadi bukannya gebetan Yusuf? Kok keluar sambil nangis?" April yang baru saja datang setelah dari toilet menyerit heran Tanpa menunggu lagi, mendengar kata menangis Musa segera berlari. Mengejar Syafa yang pasti "Gue ke belakang dulu nanti kayanya kesini bye" pamit Musa *** "Jahat lo t*i kesel ahhh. Pantes baik beliin ini itu ke gue. Pantes banyak omong. Ternyata ada maunya. Emang geh semua cowok itu sama aja. Bangsuulll" Syafa menarik ingusnya dengan isak tangis. Persetan dengan make up yang bakalan luntur. Syafa berhenti, lalu melepaskan heels nya "Ini lagi sepatu lidi monyet. Kesel banget lo nyusahin aja setan" Syafa kalau sudah emosi begitu, tidak ada anggun anggunnya tidak ada manis manisnya. Kasar. Namun semua itu Syafa lakukan untuk melampiaskan emosi "Eh setan, udah deh gak usah nepuk nepuk pundak gue. Gak akan takut gue. Lagi emosi nih gak usah bikin gue tabok lo make Quran di hp ya udah sana lo minggir" Sesuati yang memukul pundak Syafa terkekeh kecil, membuat Syafa semakin geram "Eh b**o. Setan. Udah ih lo ya. Gue dateng ke sini sama tentara. Sana sana mau lo dimasukin neraka sama tentara gue?" "Ini saya Musa" Syafa membelakan matanya. Badannya seketika tegap. Syafa reflek menghapus air mata yang turun. Ya. Syafa menangis. Bagaimana tidak, kali ini harga dirinya yang di jadikan taruhan permisah. Bukan taruhan tebak tebakan seperti yang tadi. Tapi taruhan mengenai hati yang dilakukan oleh profesi idolanya Musa bingung harus melakukan apa ketika wanita menangis, Musa pernah melihat jika Zasya menangis maka Arjuanda akan memeluknya yaaa walaupun harus berakhir dengan jitakan Papah. Musa celingak celinguk, memastikan tidak ada Papahnya yang sedang berdinas di grup 1 ini. Aman. Musa menarik Syafa ke dalam pelukannya "Maafin saya. Saya janji gak jadiin kamu bahan taruhan lagi. Bodoh memang saya. Tapi saya boleh minta satu hal?" Hati Syafa sedikit menghangat. Pertama karena emm pelukan dam yang kedua karena permintaan maaf yang Syafa rasa tulus "Tolong apa?" "Tolong jangam bilang Papah saya kalo saya meluk kamu. Saya takut di jitak" Flashback off
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD