Musa menatap perih surat tugas di tangannya ini. Baru juga 8 bulan ia bersama Syafa, merasakan rumah tangga dan menjadi suami istri 'Seutuhnya'. Namun, mengapa cobaan harus datang lagi ke hubungannya? Musa menghela nafas lelah, tak bisa mengelak. Jiwa dan raganya sudah menjadi milik istri pertamanya yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sumpah dan janjinya sudah Musa ikrarkan untuk Negara tercintanya ini. Benar kata Zasya, ketika kita sudah nyaman dengan sesuatu hal tersebut, maka kita tidak akan mau melepaskannya barang sedetik pun. Leabanon. Negara yang masih kisruh. Negara yang butuh tentara sepenjuru asia untuk membantu mungkin? Ahh, mengapa untuk berangkat tugas saja harus seberat ini. Padahal, saat dulu Musa senang sekali untuk pergi tugas. Memiliki pengalaman baru, kawan b

