Layla menatap Arhan dari kejauhan, setelah proses pemakaman nenek selesai semua anggota club Kobra memutuskan untuk menemani Arhan di sana. Layla masih ada rasa enggan jika harus berdekatan dengan Arhan, Layla ingin menjadi penenang Arhan namun mengingat kejadian sebelumnya hatinya kembali ragu. Layla menengok ketika tangan besar Niko mengusap kepalanya lembut, "kenapa? mau temenin Arhan?" Layla menggeleng pelan memberikan senyumannya, "nggak, aku cuma mau ngeliat dia baik atau nggak," jawab nya. Niko membalas senyumannya, kedua orang itu berlanjut ngobrol dengan tenang. Mata Arhan memperhatikan semuanya, bibirnya terangkat tipis melihat Layla yang bisa tersenyum meskipun bukan karena ulahnya. "Arhan," panggil seseorang. Semua mata menengok menatapnya bahkan mereka semua berdiri mel

