Bab 25

1639 Words

"Tempat menyenangkan? Maksud lo?"                 Nico hanya tersenyum aneh, dan kembali melihat ke depan. "Lihat aja nanti..."                 "Turunin gue sekarang. Gue nggak mau ikut lo."                 "Terus lo mau ikut siapa? Bram? Dia nggak ada. Bahkan, nggak tau kalo lo lagi nangis." Nico berdecih sinis.                 "Mau lo tuh apa, sih?" tanya Stella menjambak rambutnya dengan gemas.                 "Gue cuma mau lo nggak sedih. Itu aja."                 Stella mengernyit curiga. "Lo tumben banget terdengar baik hati."                 "Oh, gue nggak cocok jadi baik, ya? Lo juga nggak cocok, Stell." *** Taksi berhenti di sebuah gedung yang terlihat begitu gelap, namun terdengar berisik.                 "Tempat apa, nih?" Stella masih memerhatikan sekelilingnya. Meras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD