Bab 21

1454 Words

Setelah pulang sekolah, para murid yang terpilih untuk bermain drama, berkumpul di ruang Teater. Bram lupa melihat mading saat jam istirahat, tapi semua teman sekelasnya memberi selamat karena mendapat peran utama. Ia hanya tersenyum dan mengusap tengkuknya, mendapat ucapan selamat semeriah itu.                 Tapi, ada satu hal yang membuat Bram bingung. Guntur tidak mengatakan apapun sejak bel masuk berbunyi. Saat Bram mengembalikan kotak makan, Guntur juga hanya menerimanya tanpa bertanya heboh soal reaksi Stella.                 Saat berkumpul di ruang Teater, Guntur masih diam saja seperti orang yang sakit sariawan. Bram berkali-kali mencoba mengajaknya bicara, namun Guntur selalu pura-pura tidak dengar.                 "Hey, Bram!" Stella tiba-tiba datang dan mengamit lengan Bram

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD