TIGA PULUH

1602 Words

    One day before the wedding...      Kondisi alam semesta mampu menempatkan kode pasti pada sensor otakku, berusaha memberi tahu bahwa kecerahan pagi ini telah menambah terang di tubuh melalui jendela kamar tertutup tirai putih tipis yang melambai. Cahayanya telah hadir menyambangi keindahan kota New York dan menciptakan gedung-gedung berlomba memantulkan sinarnya, meski tak nampak dari dalam ruang bersekat ini namun kemampuan otak dapat mengerti hal itu.      Dekapan hangat disertai bibirnya mengecup lembut punggung ini menghasilkan rona merah di sisi muka ku,      "Good morning, Mrs. Morgan?" Sambutan mesranya sekarang terdengar untukku dan akan terus menyertai bagian dari awal hari ku.      Aku menoleh untuk menyambut senyum menenangkan pangkal perasaan batinku. Ia mencium bibir p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD