Telapak kakiku menerima suhu yang mendadak dingin, jari-jari yang tergerak oleh otak kanan sekedar mengusir rasa ngilu ini__bukankah penghangat ruangan masih berfungsi dengan baik__. Aku mencoba membuka mata dan pupil ku seketika melebar saat menangkap cahaya layar LED yang masih menyala. Crazy! Sudah berapa lama aku tertidur dan layar itu berbalik menontonku? Masih dengan tatapan sayu serta sedikit meregangkan otot yang kaku kembali aku membenarkan bawahan mini yang merespon seluruh kakiku terasa dingin, suhu pada sore hari di Brooklyn mencapai 4° Celcius__apa penghangat disini rusak__. Tak ku hiraukan rasa dingin ini karena efek malas yang dihasilkan suasana, sambil mencari remote control tersangkut entah kemana aku memiringkan tubuh agar sedikit mendapat rasa rileks, hing

