15

970 Words

Dara berjalan mengendap-endap mendekati Thalia. Kemudian dia bersembunyi lagi di balik pohon besar lainnya yang tidak jauh dari posisi sang Waketos itu berdiri. Pelan-pelan tangan kanan gadis mungil itu merogoh saku belakang jeans-nya. Mengambil sebuah batu berukuran sedang yang telah ia siapkan tadi. Sambil menunggu momen yang tepat, sejenak kedua ujung bibir Dara terangkat mengukir senyuman jahat di wajah ovalnya. Tiga, dua, satu, setelah mengeker sasaran dengan serius, dan... Yes! Tepat sasaran. Batu itu melayang ke arah sarang tawon yang berada pas di atas kepala Thalia. Saat tidak sengaja melihat sarang tawon itu bergoyang, buru-buru Thalia membuang ranting-ranting di tangannya. Lalu ia berlari kencang sebelum pasukan tawon itu mengejarnya. Sambil menahan gelak tawanya, Dara menyemp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD