Huft Dara menarik napas berat, kemudian menghembuskannya perlahan. Ia baru saja kembali ke rumahnya setelah melalui dua hari yang paling melelahkan dalam hidupnya. Seusai meletakkan ransel besarnya, gadis itu menghempaskan diri di atas ranjang hingga tubuh mungilnya sedikit memantul. Ingatannya menerawang kembali kejadian-kejadian selama LDKS. Saat tiba-tiba, cowok yang ia nobatkan sebagai musuh besarnya, mencium bibirnya. Dan bisa-bisanya, kala itu bibirnya terkatup rapat. Membiarkan begitu saja ciuman pertama dan keduanya dirampas secara cuma-cuma. Tidak mampu memberontak, melawan, apalagi mengomel. Berbeda sekali dari biasanya. "Dara b**o baget, sih!" umpatnya pada dirinya sendiri sambil mengetuk-ngetuk kepalanya. "Kalau Lita sampe tau gimana? Lita kan suka banget sama si Andra! Gak

