Selembar amplop coklat berlambangkan Pengadilan Agama Kota Bandung kini telah digenggam erat oleh Erick. Matanya berkilat tidak menyangka, dia sama sekali tidak pernah membayangkan Valeria akan menepati niatnya untuk mengakhiri rumah tangga mereka. Erick langsung memanggil pengasuh Aldrick, mempercayakan anaknya kepada pengasuhnya. Sedangkan dirinya akan menemui Valeria, meminta penjelasan kepada wanita itu karena telah mengajukan gugat cerai padanya. Mereka tidak boleh berpisah, perceraian di antara mereka tidak bisa terjadi. Erick tidak akan pernah melepaskan Valeria, membiarkan wanita itu pergi meninggalkannya. Lelaki itu seperti orang gila, dia mencari-cari keberadaan Valeria di rumah mereka. Jelas saja Valeria tidak ada di sana. Sudah dua hari Erick tidak sempat menengok kediamanny

