23

1241 Words

“Rin …? Kamu ngapain mukulin suamimu pake CD …?” Arin mematung seketika, sementara Satria masih merintih kesakitan. Perlahan Arin memutar badannya dan nampaklah seorang wanita berusia lima puluh lima tahun, memakai celana cokelat dengan kemeja krem dengan rambut sebahu yang telah beruban beberapa lembar. Tak hanya itu, ia juga membawa sebuah koper berukuran besar yang membuat Arin membulatkan matanya dalam sekejap. “Ma-mama … mama ngapain kesini?” tanya Arin gelagapan. “Loh kok tanya ngapain mama kesini? Ya nengok kamulah, Rin. Satria bilang kamu demam tinggi.” Mendengar penjelasan mamanya, Arin segera berbalik pada Satria, dimana suaminya sudah tersenyum mengejek. Inginnya Arin kembali memukul atau memiting leher Satria saat itu juga, tetapi dia harus menahannya sebab tak mungkin ia m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD