32

2141 Words

"Si Al lagi masa puber kali makanya bisa kayak gitu," "Pi, tapi kemaren itu udah parah banget." "Dua-duanya emang keras ya mau gimana lagi," "Aya ke sini mau minta bantuan Papi lho, bantu Aya kek bilangin Rafa sama Al." Aya memperhatikan Nevan yang sedang duduk sambil membaca koran. "Si Rafa gak perlu dibilangin, dia pasti udah ngerti. Si Al yang perlu dibilangin," "Makanya Papi bantu Aya kalo kayak gitu, Aya ngomong beneran gak di denger sama Al." "Mungkin mereka itu kurang komunikasi kali ya," sahut Reya. "Setiap saat ngomong kok Mi, tapi ya itu ngomong sambil ribut." "Aya emang harus kayak Rafa, tegas. Al kayak gitu juga karena Aya selalu manjain dia, bener juga kok apa yang dibilang sama Rafa." Sahut Reya lagi seraya mengelus-elus rambut Agatha. "Al gak suka dilarang-larang gi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD