28

964 Words

Al masuk ke dalam ruangan yang dipenuhi mainan secara diam-diam, di ruangan itu ada anak kecil sedang duduk sembari sibuk dengan mainan yang ada di tangannya. "DOORR!" "Huaaaaahhh!!!!" Al tertawa keras melihat reaksi terkejut adiknya juga sentakan tubuh mungilnya tadi. "Uuuuh tayang-tayang," Al mengerucutkan bibir lalu memeluk adiknya yang masih menangis. Plak! "Ya Allah," Al mengelus pipinya yang habis dipukul oleh Agatha. Tidak cukup sampai situ, Agatha memukul d**a Al dengan kuat walaupun bagi Al itu tidak ada rasanya. "Jahat ih pukul-pukul Abang," Al duduk di hadapan anak dengan umur yang sudah menginjak satu tahun lebih.  Agatha memasang wajah kesal, mungkin jika ia bisa berbicara panjang lebar ia akan mengomeli abangnya saat itu juga. "Papi home," Agatha menoleh dan langsu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD