21

1136 Words

Rafa menatap sejenak pintu ruang kerjanya yang baru saja terbuka memperlihatkan Al yang tengah berjalan ke arahnya. Tangan Rafa yang sedang berlayar di keyboard laptop terhenti ketika merasakan pijatan pada kedua bahunya. "Mau apa?" Al tertawa renyah tanpa berhenti memijat bahu ayahnya. "Besok beliin Al motor dong, motor yang besar itu loh." "Gak ada duit," "Halah, bohong. Beneran gak ada duit syukurin gara-gara suka banget ngomong kayak gitu," "Masih kecil tuh gak usah banyak gaya. Pengen bawa mobil lah, punya motor lah, belajar aja yang bener." "Emang dulu Papi kalo belajar pernah bener? Al tau ya gimana Papi waktu jaman sekolah dulu," "Jadi mentang-mentang Papi gak bener kamu ikutan gak bener gitu?" "Iyalah," Rafa bungkam karena berdebat dengan Al sama rasanya seperti berdeba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD