Dalam hati Kauri dan Merik tidak percaya,setelah apa yang dilakukan pria itu barusan, gadis itu justru memeluknya, "Jangan marah, Van, aku tidak mau terjadi apapun denganmu,"pintanya ketakutan. Yumico masih juga belum mendengarkan jawaban dari sang kekasih, hatinya semakin pilu saat ia mendongak dan melihat ekspresi kesakitan yang bahkan tak bisa ditutupi oleh pria itu, wajahnya sangat pucat membuatnya sangat cemas, "Van, "panggilnya lirih. Ivan tak mau mendengarkan panggilan bahkan permintak maafan dari kekasihnya, hatinya masih sangat kecewa dia justru mengalihkan perhatiannya pada sang adik yang juga ikut andil dalam kebongan ini, "Apa yang kau tunggu?! Pulang sekarang! "perintahnya mutlak. Kauri ingin protes,namun diurungkannya dan lebih menuruti keinginan sang kakak karena takut pria

