"Tapi, Kauri, kenapa harus kakakmu? Memangnya tidak ada teman pria mu yang lain? "tanya Yumico heran. "Apa, kak, Yumico,ingin,Merik,mendiamkanku?"tanya Kauri mencibir. "Memangnya, dia begitu?" tanya Yumico nampak tak percaya. "Tentu saja, kak, Ivan,mau,'kan? Kak, Ivan, sangat cocok,apa lagi tampang kakak yang sangat rupawan,"jawab Kauri sambil mengedipkan matanya pada sang kakak. "Baiklah, "jawab Ivan singkat. Gadis itu pun bersorak kegirangan. "Ok, bagaimana kalau kita sekarang latihan saja? "tanyanya memintak persetujuan. Ivan menaikkan sebelah alisnya,dia tidak mungkin bisa melakukannya sekarang, jangankan untuk sekedar bernyanyi,untuk bicara saja rasanya tak punya tenaga. Belum sempat pria itu protes, Kauri sudah terlebih dulu menggeretnya ditempat biasa dirinya memainkan sebuab

