Hari yang dinantikan oleh Aluna datang juga, dia dan Arten berangkat menuju tempat dimana ibu kandung Aluna berada. Aluna berpikir bagaimana wajah ibunya? Apakah mirip dengannya? "Aluna, perjalanan masih jauh. Karena ibu kamu tinggal di pelosok," ujar Arten. "Tidak apa - apa, yang terpenting aku bertemu ibuku. " "Kenapa kamu semalam pingsan hanya karena melihat darah? " tanya Arten penasaran. "Aku tidak tahu, banyak hal yang membuat aku takut dan seperti pernah terjadi sesuatu di masa lalu. Tapi aku lupa, " balas Aluna. Arten terdiam, mungkin memang benar dimasa lalu Aluna mengalami kejadian buruk yang membuat dirinya sampai trauma. "Tuan, tanganmu masih terluka. Apa tidak masalah jika menyetir mobil dalam perjalanan jauh? " tanya Aluna cemas. "Kamu mencemaskan aku atau dir

