42. Penyerahan Diri Sebagai Umpan

1058 Words

Walau Arten dalam keadaan marah, tetapi dari hatinya juga masih tidak tahan jika harus melakukan secara kasar. Sehingga Arten memperlakukan Aluna dengan lembut, agar kenangan manis itu bisa menjadi kenangan yang terakhir sepanjang masa. Dalam puncak terakhir, Arten mengerang dengan puasnya. Begitu juga dengan Aluna yang baru kali ini merasakan sesuatu yang begitu meledak. Sebelumnya memang Arten pernah membuat dirinya organisme, tetapi sangat berbeda dengan sekarang. Walau awalnya sakit tetapi semakin lama hanya ada kenikmatan. Arten terus melakukannya sampai tubuh Aluna tidak kuat dan pingsan. Arten tersenyum, memeluk tubuh Aluna yang begitu lemah. "Kamu mulai sekarang harus belajar latihan fisik agar lebih kuat, " batin Arten. Setelah melakukan persetubuhan itu, Arten ada peras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD