Arten tersenyum puas, dia baru saja mengirimkan video itu pada Aluna. "Pain, apa menurutmu si Aluna itu akan pingsan? " tanya Arten tersenyum sendiri. "Bisa jadi, " jawab Pain. "Dasar gadis lemah, berani - beraninya dia mengacaukan pikiranku. Sekarang dengan begini saat kamu melihatku hanya ada kebencian. Aku ingin melihat apa yang bisa dilakukan oleh gadis lemah seperti dia, " gumam Arten. Arten memang sadar jika dirinya sudah terjebak oleh pesona Aluna. Akan tetapi jiwanya yang kuat juga tidak akan rela begitu saja tunduk oleh seoarang wanita dan bahkan merupakan orang tersayang dari musuhnya. Arten terus memutar video mengenai pertarungan dia dan Zoan waktu itu, mengamati wajah penuh kekesalan dan juga sakit saat Keina bersetubuh dengan ketika pembunuh bayaran. "Siap sekali

