Aluna menatap layar laptop dengan perasaan yang tegang. Tak hanya dirinya, Rianna, Flores dan juga Rafa ikut merasakan hal yang sama. "Aluna, buruan dibuka! Aku sudah penasaran, " bisik Rafa tak sabar. "Sebentar, aku ingin menyiapkan hatiku dulu apakah aku bisa lolos apa tidak, " sergah Aluna. "Yakinlah pasti lolos, kata adalah doa jadi ucapkan yang baik - baik, " sela Flores. "Ayahmu benar, dan percayalah pada kemampuan dirimu sendiri, " timpal Rianna. Karena Aluna kelamaan, jemari Rafa langsung saja menekan tombol view. Aluna langsung memejamkan kedua matanya sebab takut kecewa. "Wah... Di peringkat ke lima. Aluna kamu lolos, " teriak Rafa antusias. Aluna membuka kedua tangannya, dan matanya langsung melihat ke urutan nomor lima dan benar sahabat jika dirinya lolos. "Sela

