22. Ciuman Aluna

964 Words

Padahal mobil Arten bisa dijalankan, tetapi dia masih betah berlama - lama dalam posisi seperti itu. Sampai akhirnya Aluna tertidur dan bersandar padanya. "Ya ampun ini anak, kenapa tingkahnya seperti bukan seorang wanita dewasa? " batin Arten. Arten kemudian iseng mengecup kepala Aluan, sangat wangi dan benar - benar seperti bayi. "Kenapa selalu ada aroma bayi padanya? Apa dia memakai parfum atau bedak bayi? " batin Arten penasaran. Karena tidak mungkin menyetir dalam keadaan seperti ini, Arten ikutan bersandar ke kepala Aluna. Dia benar - benar menyukai aroma itu seolah sudah menjadi candu. Tepat tengah malam, Arten dan Aluna terbangun karena mendengar binatang buas di depan mobil. "Arten, bagaimana ini? " pekik Aluna kaget. "Kamu tenang saja, kita kan di dalam mobil, " ja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD