Masih menggunakan helikopter, kini Aluna di bawah ke sebuah pegunungan yang ternyata di puncak nya ada rumah. Lumayan besar, dan banyak dihiasi bunga yang mawar yang bermekaran. Dalam sekali lihat Aluna sudah jatuh cinta pada rumah tersebut. "Arten, ini milik siapa? " tanya Aluna heran. "Milik kamu, mulai sekarang kamu akan tinggal di sini, " jawab Arten. "Kamu tidak becanda? Kenapa harus di sini? " tanya Aluna. "Karena di sini aman, tidak ada yang namanya perkelahian atau permusuhan, " balas Arten. Rumahnya terbuat dari kayu, tetapi di dalamnya ada ada perabotan komplit. Air juga langsung dari sumbernya yang sangat jernih sekali. "Ini adalah tempat untuk menenangkan diri, dan tidak ada yang tahu tentang ini kecuali Pain, " ujar Arten. "Terus, kamu akan meninggalkan aku seo

