24. Tubuh dan Hatiku

1111 Words

Esok harinya ketika langit mulai cerah, Arten dan Aluna terbangun dari tidurnya secara bersamaan. "Sudah pagi, ayo kita segera temukan ibumu! " ajak Arten. "Iya, " jawab Aluna. Di depan rumah, tampak lelaki yang memakai pakaian dokter dan hendak pergi. Sepertinya mau berangkat kerja. "Permisi, apakah benar ini rumahnya Ibu Rianna? " tanya Aluna sopan. "Oh, benar sekali. Silahkan masuk! " jawab lelaki tersebut ramah. Aluna dan Arten masuk ke sebuah rumah yang cukup indah, mereka dipersilahkan memasuki ruangan khusus yang banyak perlengkapan kedokteran lengkap tidak kalah dengan milik Arten. Akan tetapi sesampainya di sana yang dia lihat adalah sosok perempuan tidak berdaya yang ketika bernapas membutuhkan alat bantu oksigen dan banyak lagi alay medis yang baru kali ini dilihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD