Percakapan Rahasia itu Kumandang adzan subuh kembali membangunkanku, setelah semalam sekitar pukul dua belas, aku bangun dan mengambil handphone yang kugunakan untuk merekam percakapan antara Mas Yudha dan Mas Satrio semalam. Namun saat kuambil, handphone itu mati, mungkin karena kehabisan baterai. Dan langsung saja aku mengisi ulangnya, semoga saja handpone itu mati setelah percakapan keduanya selesai. "Pa, bangun dulu, subuhan, keburu siang loh." Setiap hari, aku akan selalu mencoba membangunkannya untuk shalat subuh, meski kadang tak mendapat respon baik darinya, seperti saat ini. Akhirnya seperti biasa, kuputuskan untuk salat sendiri. Setelah salat subuh, sudah menjadi kebiasaanku untuk jalan-jalan sebentar di sekitar rumah untuk menghirup udara pagi. Saat akan keluar, aku kaget ka

