Bab 14. Perdebatan Pertama

1064 Words

"Kita harus bicara." Ucap Kayla menatap lekat saat Enda baru keluar dari kamar tidurnya, sambil mengatakan pada dirinya sendiri dalam hati. Jantung bertahanlah. Sejak malam itu, sudah dua hari Enda menghindari Kayla. Sebagai orang yang menumpang tinggal Kayla merasa ini tidak benar. Selama dua hari Kayla pikir mungkin Enda juga tidak tahu siapa yang akan menjadi teman serumahnya. Dia nya juga keras kepala, sudah diberitahu apa kewajibannya di rumah ini tapi malah sok idealis harus melakukan hak dan kewajiban secara adil. Padahal mau dihitung dari sisi manapun Kayla menang banyak. Enda pikir Kayla sudah keluar rumah, itu sebabnya dia merasa malu sendiri ketahuan main kucing-kucingan dengan Kayla. "Aku rasa tidak perlu." Sahutnya dingin. "Tapi aku perlu!" Seru Kayla berucap penuh penek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD