“Dulu sekali saat menemukannya aku berpikir kami akan memiliki akhir yang bahagia dan mungkin akan membuat banyak orang iri. Sayangnya karena pemikiran itu pada akhirnya akhir yang bahagia itu tidak pernah ada, dia pergi dari sisiku seperti hubungan kami hanyalah sebuah kesialan tak terelakkan baginya.” -Siren Vegakira- *** “Sudah aku bilang kalau kamu tidak pantas menjadi penulis!” seru Ken, dia marah besar karena mendengar teman sekelasnya membicarakan novel milik Siren yang saat itu cukup menarik banyak perhatian. “Bagaimana kamu bisa melakukan ini padaku?” “Apa yang aku lakukan padamu?” balas Siren. “Dulu kamu bilang karya aku bagus dan aku akan menjadi semakin sukses hari demi hari tetapi sekarang kamu malah bersikap seperti orang yang tersakiti seperti ini. Seharusnya aku yang be

