Sudah hampir dua jam Selena bolak-balik ke balkon kamar inapnya hanya untuk sekadar membuang rasa bosan. Dia pun sudah berkali-kali mengecek ponsel di genggaman kalau-kalau Dev—suaminya mengirim pesan. "Kenapa Daddy gak balik-balik, ya?" gumam Selena sambil menatap layar ponselnya yang sedari tadi tidak menyala. "Apa aku susul aja, ya?" Daripada menunggu dengan tak sabar, gadis itu pun memutuskan untuk pergi menyusul sang suami. Selena membuka pintu kamar, dan tahu-tahu ada Mbok Nung yang berdiri entah sejak kapan. "Loh, Mbok?" Manik Selena menyipit pada perempuan paruh baya yang selama ini sudah sangat baik padanya. Mbok Nung memasang senyum sungkan, menatap Selena dengan tatapan kagum. Gadis di hadapannya ini memang benar-benar sangat cantik. Terlebih, perilakunya juga sangat sopa

