"Kamu kenapa ke sini? Bukannya harusnya kamu sama Dev di kamar?" Pertanyaan menuntut itu terlontar dari mulut Lexy saat mendapati Rania sudah berdiri di depan pintu kamar inapnya. Pria itu terkesan tak suka dengan kemunculan perempuan yang dimintanya untuk menjebak Dev. "Ma-maaf, Om. Rania gak berani deketin Pak Dev. Soalnya tadi Pak Dev sama Pak Marvin." Rania tak berani menatap lawan bicaranya yang saat ini menatapnya kesal. Pandangannya tertuju ke high heels yang dikenakan, sambil meremas kedua tangannya di depan dress. Keputusannya urung mendekati Dev disebabkan karena adanya Marvin. Rania tidak berani mengambil risiko, apalagi dia masih bekerja di perusahaan Dev dan masih membutuhkan uang untuk membiayai kebutuhannya. Jika dia sampai nekad melakukannya, maka pekerjaannyalah yang

