Suara dentingan sendok saling bersahutan sebab kini Dev dan Selena tengah menikmati makan siang di meja itu. Tak ada obrolan diantara keduanya. Sambil menyendok, sudut mata Selena terus memerhatikan suaminya yang duduk berhadapan dengannya. 'Coba tadi Daddy gak keburu dateng, pasti Mbok Nung udah ngasih tau aku—siapa orang yang udah bikin Daddy terluka parah.' Benak Selena tak berhenti menyeru. Ada sesuatu yang masih mengganjal hatinya saat ini. Dia hampir mendapat informasi mengenai orang yang telah tega menusuk dan menembak Dev dari mulut Mbok Nung. Akan tetapi, sayangnya Dev keburu muncul di dapur, dan membuat rasa penasaran Selena makin menggebu. 'Apa jangan-jangan tadi Daddy denger, makanya langsung muncul.' Raut gadis itu berubah pucat, karena cemas. "Ekhm!" Suara berdeham De

