Gold Coast menyambut pagi dengan semilir angin laut dan suara burung camar yang berseliweran di atas hotel para atlet. Lautan Pasifik yang luas memantulkan cahaya matahari pagi, membentuk riak emas yang memesona. Miura berdiri di jendela kamarnya, menarik napas panjang, merasakan kesejukan pagi sebelum lomba. Hari ini, ia akan menghadapi tantangan sejati: 800 meter putri, ajang pembuktian bahwa dirinya bukan hanya bayang-bayang masa lalu. Lawan-lawannya tangguh—juara dunia dari Kenya, pelari eksplosif asal Kazakhstan, dan sprinter penuh strategi dari Brazil. Tapi yang paling berat bukanlah mereka. Yang paling berat adalah dirinya sendiri: luka yang belum sembuh, stigma yang belum lepas, dan keraguan yang terus bergema di balik tepuk tangan publik. Di stadion yang megah, keramaian penont

