Phoenix masih mengenakan kaos lengan pendek bergambar naga merah. Celananya sedikit kebesaran, tapi wajahnya memancarkan sesuatu yang sulit dijelaskan: campuran semangat, rasa ingin tahu, dan… keberanian. Usianya baru lima setengah tahun, tapi di mata siapa pun yang melihatnya, dia seperti anak yang sedang siap menantang dunia. Hari itu, Miura dan Yulianto mengajaknya ke lapangan atletik tempat Miura dulu latihan. Sebenarnya ini hanya niat awal untuk jalan sore sambil membiarkan Phoenix bermain-main di lintasan, tapi… rencana sederhana itu buyar begitu Phoenix mulai melakukan sesuatu yang membuat semua orang melongo. Awalnya dia hanya berlari-lari kecil di tepi lintasan. “Jangan jauh-jauh, Phoenix!” teriak Miura sambil tertawa. Phoenix menoleh, mengacungkan jempol, lalu menambah kecepat

