Bab 74

1458 Words

Ling Er segera turun dari mobil suaminya. Ia tidak menunggu Alex untuk membukakan pintu mobil untuknya lagi. Gadis itu takut kedua liontin yang ia letakkan di dalam laci nakas tersebut hilang. Gadis itu tidak tahu bahwa liontin tersebut sangat berharga sehingga ia hanya menyimpannya di tempat yang tidak terkunci sama sekali. Alex menggeleng pelan melihat kepanikan istrinya itu. Sepanjang perjalanan istrinya terus bertanya padanya bagaimana jika liontin tersebut ditukar atau diambil orang. Pria itu hanya bisa menghela nafas panjang mendengar kepanikan istrinya itu. Ling Er segera berlari kecil menuju ke kamarnya di lantai dua. Bahkan Nancy yang menyapanya pun tidak dijawabnya, gadis itu hanya menganggukkan kepalanya. "Siang, Tuan Muda," sapa Nancy kepada Alex. "Siang, Bi," balas Alex.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD