Senyuman bahagia terulas di wajah Alex. "Aku tidak sedang bermimpi kan, Sayang?" Ling Er tersenyum lembut melihat kedua netra bahagia suaminya itu. "Tidak, Lex. Maafkan aku—" "Sstt … Aku yang seharusnya meminta maaf padamu. Aku telah membuatmu menangis. Maafkan aku, Sayang …." ucap Alex sendu. Alex kembali mengecup kening istrinya itu dengan penuh cinta kasih. Bibirnya pun kembali meraup bibir merah muda istrinya, tetapi istrinya mendorong tubuh Alex agar sedikit menjauh. "Lex, ada hal penting yang ingin kubicarakan," ucap Ling Er dengan tatapan serius. "Katakanlah …." ucap Alex seraya mencium leher jenjang istrinya. "Lex … sebenarnya … aah …." Ling Er mendesah ketika Alex memberikan gigitan kecil pada lehernya. Gadis itu pun mendorong kembali wajah Alex dari tubuhnya itu. "Alex, pl

