"Apa kamu tidak apa-apa?" tanya Yumi kepada Rey. Rey menoleh dan mengernyitkan keningnya. "Apa maksudmu?" "Bukankah kamu menyukai Sierra?" tanya Yumi. Rey tersenyum tipis. "Apa terlihat begitu jelas di wajahku?" timpal Rey. Yumi mengangguk, lalu menggeleng cepat membuat Rey bingung. "Kamu sungguh aneh," timpal Rey. "Aku hanya takut nanti kamu malah mabuk-mabukan seperti waktu itu sampai dibangunkan saja sudah tidak bisa lagi," ucap Yumi keceplosan. Rey kembali mengernyitkan keningnya. "Maksudmu waktu itu yang kapan ya?" Yumi segera menutup mulutnya dengan tangannya. Rey menatap wajah Yumi dengan seksama. Pria itu merasa pernah melihatnya sebelumnya. Tiba-tiba bayangan gadis pelayan bar yang pernah ditemuinya terlintas di kepalanya. "Ah, jangan-jangan kamu pelayan bar waktu itu ya

