Mentari sudah menuju ke peradaban barat ketika Ling Er tersadar dari bangunnya. Ia memegang kepalanya yang terasa berdenyut dan memejamkan matanya kembali. Kedua sudut matanya kembali berair. Ia mengingat kejadian beberapa jam yang lalu. Sorot mata Kenan yang tajam masih membekas di pikirannya. Ia tak menyangka pria yang dikenalnya baik dan lembut bisa berubah dalam sekejap hingga ia tidak dapat mengenalnya lagi. Qi Feng di dalam diri Kenan pun membuatnya tidak mampu menerimanya. Ling Er tidak ingin mengakui keberadaan Qi Feng di dalam diri pria itu karena Qi Feng tidak akan memperlakukannya sekasar tadi. Ling Er pun memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu. Ia pun bangun dan mendapati dirinya masih tidak berpakaian. "Aku harus mencari pakaian dulu," gumam Ling Er. Matanya menili

