"Lex! Alex!" teriak Rey. Pria itu segera masuk ke ruangan Alex tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu. Saat ini Alex sedang melakukan conference call dengan pemilik Eternal Group melalui screen berbentuk televisi di depannya. Ketegangan begitu terasa di antara keduanya. Semua ini berawal sejak lima belas menit yang lalu. "Pak Alex, sebentar lagi pertemuan akan dimulai," ucap Mark mengingatkan. "Baiklah," jawab Alex. Pria itu masih sibuk dengan dokumen di tangannya. "Pak, saya telah melacak nomor ponsel yang kemarin Anda berikan," lapor Mark. Alex menoleh memandangi Mark, menunggu pria itu menjelaskannya. "Nomor tersebut terdaftar atas nama Dennis Lu," jelas Mark. "Dennis Lu? Bukankah itu asisten Gavin?" Alex mengernyitkan keningnya. Mark mengangguk membenarkan. "Saya telah me

