Keesokan paginya, Ling Er terbangun kesiangan. Cahaya matahari sudah hampir berada di tengah saat ia baru membuka matanya. Semalam ia tidak bisa tidur karena memikirkan tindakannya yang ia lakukan terhadap Alex. Jantungnya berdegup kencang ketika memikirkan hal itu. Rasanya dirinya sudah gila, bisa-bisanya ia melakukan hal yang memalukan seperti itu. Gadis itu beranjak dari tempat tidurnya dengan tergesa-gesa menuju ke kamar mandi. Ia hampir lupa bahwa hari ini ia berjanji akan memulai pembelajaran yang sudah disiapkan ayahnya. Setelah selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi, Ling Er segera keluar dari rumah. Ternyata Aska sudah menunggunya di luar sejak tadi. Pria itu menunggunya di mobil. "Aska? Sejak kapan kamu di sini? Kenapa tidak mengetuk pintu?" selidik Ling Er. "Baru saja

