Andrean kembali ke ruang inap Lea dengan membawa sebuah tas plastik sedang berisi makanan. "Daddy," panggil Lea. Saat matanya melihat Andrean masuk ke dalam ruang rawatnya. "Ini untukmu." Andrean meletakkan bungkusan tersebut di atas kasur, kemudian membantu Lea duduk. "Chicken." Lea tertegun dengan makanan yang tersaji di hadapannya, ia sangat suka ayam. "Terima kasih, Daddy. Lea suka." "Hmm," gumam Andrean, Ia sudah memutuskan hal besar untuk hidupnya. Mengangkat Lea sebagai putrinya sendiri. Anak itu tidak bersalah, salah besar jika dirinya membenci orang yang bahkan tidak tahu apapun. "Daddy, Lea mau suap." Lea berusaha menekan keinginannya tersebut, takut Andrean marah lagi. Tetapi bukannya hilang malah semakin besar. Ia rindu disuap daddynya. Tidak banyak bicara, Andrean per

