Hari pertama Gadis bekerja. Ia bingung harus mengenakan pakaian apa yang pas dan pantas di tubuhnya. Berulang kali ia mencoba pelbagai baju yang ia miliki di lemari, mencoba lagi dan lagi tapi tetap saja ia selalu merasa tak puas ketika melihat ke arah cermin. Suara ketokan di pintu kamarnya membuatnya kaget bukan main. Disusul kemudian suara Abra yang mengajaknya untuk sarapan sebelum berangkat kerja, dan ia menyahuti Abra dengan berjanji sepuluh menit lagi akan menyusulnya ke meja makan. Akhirnya Gadis memutuskan pilihannnya pada blouse biru yang ia padukan dengan celana kain berwarna abu-abu. Sebelum mengenakannya di tubuhnya secara resmi, Gadis menatap dirinya baik-baik di cermin lalu mulai motong rambutnya dan membuat poni tebal di jidatnya, kemudian ia membuat tahi lalat palsu di b

