"Kenapa, sayang?" tanya Abra saat dilihatnya Gadis diam saja sepanjang perjalanan pulang bersamanya selepas bertemu dengan Samuel. Gadis menoleh ke arah suaminya, menatapnya lekat-lekat dengan seluruh hatinya. Perlahan ia menggerakkan tangannya di pipi suaminya, menyentuhnya lembut dan dengan rasa sesak di dadaa ia mengucapkan sesuatu dengan suara seraknya. "Aku mungkin bukan istri yang baik, tapi aku janji akan selalu ada di samping kamu." kata Gadis. Ia berusaha sangat kuat agar air matanya tak jatuh. Demi menghindari pertanyaan demi pertanyaan yang akan segera dilontarkan Abra, Gadis memilih untuk memeluk Abra lekat-lekat. Bohong jika Gadis tak kepikiran sama sekali dengan apa yang baru saja Samuel katakan tadi di restaurant. Ia ingat Samuel, sekali ia menginginkan sesuatu, ia

