Chapter 101

3830 Words

Abra dan Gadis menikmati indahnya letusan kembang api di langit atap rumahnya yang bertebaran dengan begitu indahnya. Warna-warni seperti bintang di langit. Untungnya, tadi Abra sudah meminta ijin terlebih dahulu ke ketua kompleks. Jika tidak, tetap saja aksinya ini dianggap telah meresahkan warga, membuat tak nyaman warga yang sedang tertidur. "Bagaimana ngidamnya, sayang? Suka?" tanya Abra yang langsung disambut oleh anggukan kepala Gadis. Wajah Gadis terus sumringah, ia tak berhenti sama sekali untuk tersenyum hingga petasan kembang api itu telah berakhir dan tepuk tangan menggema. "Tuan-tuan dan nyonya-nyonya, terima kasih atas kehadirannya di pesta kecil kami, sampai jumpa di pesta kecil kami lainnya." kata Abra menutup acara dengan membungkukkan badan ala-ala para bangsawan. Desain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD