Chapter 81

1972 Words

"Kau tidak apa-apa, sayang?" tanya Abra pada Gadis saat mereka sudah berada di dalam mobil. Jujur aroma kopi pengharum mobil lebih menenangkan untuknya dari pada aroma jamu yang hendak Liliana berikan tadi. Abra benar-benar tak habis pikir dengan Mamanya. Bagaimana bisa Mamanya memaksa Gadis meminum jamu itu? "Maafkan aku, sayang, karena kau harus menerima penghinaan seperti ini." kata Abra sungguh-sungguh. Kepala Gadis yang masih pusing terpaksa menoleh ke arah Abra, ia tak tega karena Abra terus saja merasa bersalah dengan kejadian menyeramkan yang dialaminya barusan. "Yang terpenting adalah aku baik-baik saja, sayang..." kata Gadis pada Abra dengan berusaha tetap tersenyum. Kemudian Gadis meletakkan kepalanya di bahu Abra, lalu mulai merasa bahwa Abra juga melingkarkan lenganny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD