Gadis melihat wajah Abra yang cemas dan keluar kata-kata kaget. Demi menjaga agar istrinya tak juga ikutan panik, Abra menjauh dari Gadis. "Cerikan ke saya kronologinya!" perintah Abra. Sekretarisnya yang berada di seberang menarik napas dalam-dalam. Ia menatap ke sekeliling kantor polisi sekali lagi. "Kami menuju bandara sesuai intruksi bapak. Semula perjalanan baik-baik saja, tapi ketika hampir setengah jalan, para pemotor tiba-tiba datang di sisi kanan dan kiri kami. Beberapa motor sekaligus kemudian, saya tidak tahu jumlahnya karena panik. Pak James mengemudikan mobilnya ke arah persimpangan, berencana memotong jalan dan menghindari kerusuhan di jalan raya, tapi yang ada para pemotor itu dan dua mobil van hitam menghadang kami. Karena saya dan pak Reynaldi takut, jadi kami memilih be

